Selasa, 28 Juni 2011

Ayah = Papah*

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya....

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar ...

Ayah sedikit sekali ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret ...

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan ...

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka ...

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi ...

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan dia pun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya ...

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya ...

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi ... 
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup ..

Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan ...

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."sempurna"

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut ...

Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu . ..

Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya ...

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat ...

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya ...

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya . ...

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu .. ..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan. ...

Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara ...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya ...

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,, tidak"

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin . ..

Ayah mengatakan ,, "hidup itu harus kerja keras,maka ikhlaslah dalam bekerja . ..."

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri ..

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya ...

Ayah tidak suka meneteskan air mata .... 
Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

Tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

...::Ayah::..
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF

Senin, 27 Juni 2011

Cerita Bijak Tentang Kehidupan




Suatu siang di benua hijau,, seorang guru dan seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon di tengah lapangan rumput..
Kemudian si pemuda bertanya kepada sang guru tentang arti mencintai..

Sang guru terdiam,, sampai kemudian menjawab pertanyaan muridnya dengan memberinya sebuah tugas..
Sang guru menyuruh pemuda itu untuk berjalan menyusuri padang rumput tempat mereka bersinggah,,
yang hampir tak terlihat ke mana ujung dari padang rumput tersebut..
Sang pemuda diperintahkan untuk menemukan setangkai bunga rumput yang indah,,
untuk kemudian diberikan kepada sang guru..
Pemuda itu berjalan menyusuri padang rumput yang luas.. 
Dalam perjalanan itu dia menemukan sehelai bunga rumput yang indah,,
namun tidak di ambilnya karena dia berpikir akan menemukan satu lagi yang lebih indah jika dia mencari lagi..
di sepanjang perjalanannya dia menemukan banyak bunga rumput yang indah dengan berbagai rupa..
dan tanpa pemuda itu sadari,, hari mulai malam,, ia pun telah sampai di ujung padang rumput..
pada akhirnya dia menemukan bunga rumput yang paling indah yang tumbuh di penghujung padang rumput..
segera ia pun kembali ke tempat di mana sang guru menunggu..

Setelah sampai ke hadapan sang guru,, pemuda itu pun memberi bunga rumput yang dia temukan di ujung padang rumput..
Sejenak sang guru memperhatikan bunga rumput si pemuda.. lalu kemudian memberitahu kepada pemuda itu,,
bahwa tidak ada yang spesial dan indah dari bunga yang ia temukan..
Pemuda itu lalu mengakui bahwa dalam perjalanannya menyusuri padang rumput tadi,, dia menemukan beberapa bunga rumput yang indah,,
namun dia berpikir bahwa dia akan menemukan yang lebih indah jika dia meneruskan pencariannya..
hingga dia mencapai penghujung pencariannya dan menemukan satu bunga rumput terakhir..
Sang guru pun tersenyum dan berkata bahwa itulah yang terjadi di kehidupan nyata..
rumput diibaratkannya orang - orang yang ada di sekitar kita..
bunga rumput yang indah bagaikan orang yang menarik perhatian kita.
padang rumput,, siang dan malam bagaikan rentangan waktu kehidupan kita..
Dalam perjalanan kita untuk mencari sesuatu apapun,, seperti halnya cinta..
hendaklah tidak selalu membandingkan dan berharap bahwa ada yang lebih baik jika kita melakukan pencarian lagi..

Karena dengan kita melakukan itu,, akan banyak waktu yang terbuang percuma..
dan mereka tidak akan pernah kembali mengulang semuanya..

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4123636

Nilai Cinta




Di suatu pulau kecil ada seorang gadis bernama Cinta dan teman-temannya yang bernama Kecantikan, Kesedihan, Kegembiraan, dan Kekayaan. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun, suatu ketika datang badai menghepas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Dia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu, air semakin naik membasahi kakinya. Tak lama cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! kekayaan! tolong aku!", teriak cinta. "Aduh! maaf Cinta, aku tak dapat membawamu serta. .. perahuku ini akan tenggelam, lagipula tak ada tempat lagi bagimu", kata Kekayaan. Cinta sedih sekali namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karna ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan Cinta, air semakin tinggi dan Cinta semakin panik.

Tak Lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan, bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta lagi. "Wah, Cinta.. kamu basah dan kotor, aku tak bisa membawamu nanti bisa mengotori perahuku yang indah ini " sahut kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan. "Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu!", kata Cinta. " Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja", kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!". Cinta menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat Cinta turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah cinta sadar ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya.

Taukah kamu siapa yang menolong Cinta?? Dia Waktu. Waktu datang menyelamatkan Cinta. Hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta. ..^^

Sumber: http://id.shvoong.com

Cobalah untuk merenung



Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. 

Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. 

Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin. Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

Selamat mencoba .. !!! :D

Aisyah binti Muzahim



Wanita. ...
Sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya.

Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang  menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.

Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas
kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Aisyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya. Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Aisyah binti Muzahim?”. Mereka menyanjungnya. Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”
Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.

Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik
matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Subhanallah… saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya. Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an, “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.

Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang
tak berperikemanusiaan.

Saudariku..
Tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal
untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.

Saudariku..
Tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak lalu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan
segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan
di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya.

Saudariku…
Jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan.
Amiin .. ^^

Maraaji’:
14 Wanita Mulia dalam sejarah Islam (terjemahan dari Nisa’ Lahunna
Mawaqif) karya Azhari Ahmad Mahmud

Puisi BJ Habibie untuk Alm.istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. ..

Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya. ..

dan kematian adalah sesuatu yang pasti. ...

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. . ..


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja,..

lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati..,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. ...

Kau tahu sayang. ..
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. ...

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, ...

pada kesetiaan yang telah kau ukir, ...
pada kenangan pahit manis selama kau ada, ...

aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini....

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang,...

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik..  ..

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua???
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, ...
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini....

Selamat jalan,. .

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,. ..

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. ..

selamat jalan sayang, ..

cahaya mataku, penyejuk jiwaku, ..

selamat jalan, ..

calon bidadari surgaku . ..